Jumat, 24 Desember 2010

Mengganjal, Ragu dan 'Malu', itulah Dosa, Hadits Arbain Nomor 27

Di antara kandungan hadits Arba’in Nawawiyah yang ke-27 adalah penjelasan tentang al-itsm (dosa). Rasulullah saw mendefinisikan al-itsm sebagai, ”Sesuatu yang mengganjal dalam jiwamu dan engkau tidak suka bila hal itu terlihat oleh manusia (orang lain)" (HR Muslim).
Dalam riwayat lain beliau saw mendefinisikannya, ”Sesuatu yang mengganjal di dalam jiwa dan ragu di dada, meski manusia memberi fatwa kepadamu.” (Imam Nawawi berkata, "Hadits hasan, kami meriwayatkannya dalam dua kitab Musnad; Ahmad bin Hanbal dan Ad-Darimi dengan isnad hasan.").
Ciri-ciri dosa
Penjelasan Rasulullah saw di atas menegaskan bahwa dosa mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Terasa mengganjal di jiwa.
  2. Ada keraguan di dada.
  3. Tidak senang kalau diketahui atau terlihat oleh orang lain, sebab jika orang lain mengetahuinya niscaya mereka mengingkarinya (menganggapnya sebagai suatu yang salah atau buruk).
Atau pada hakikatnya hanya ada dua ciri, yaitu terasa mengganjal di jiwa dan ragu di dada oleh yang melakukannya. Dengan kata lain, hatinya sendiri mengingkarinya. Jika hal ini ada pada hati seorang mukmin, cukuplah itu menjadi ciri atau pertanda bahwa perbuatan yang akan dilakukannya itu adalah dosa
Dari sumber majalah ummi
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar